Yuni Karnelis Tekankan Peran Anak Muda Menjaga Budaya di Tengah Arus Globalisasi

Bandar Lampung (ISN) – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Yuni Karnelis, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang digelar bersama masyarakat dan kalangan anak muda. Menurut Yuni, budaya merupakan identitas yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak suatu bangsa.

“Budaya adalah jati diri. Jika generasi mudanya kehilangan akar budaya, maka bangsa ini akan kehilangan karakternya,” ujar Yuni Karnelis.

Ia menilai posisi anak muda sangat strategis karena tidak hanya sebagai pewaris budaya, tetapi juga sebagai penentu arah masa depan kebudayaan itu sendiri. Tradisi, bahasa daerah, seni, serta nilai-nilai sosial akan tetap hidup apabila generasi muda mau mempelajari, mencintai, dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Yuni juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi budaya lokal akibat kuatnya pengaruh budaya global. Menurutnya, budaya populer dari luar kerap dianggap lebih modern dan menarik, sehingga berpotensi mengikis identitas lokal jika tidak disikapi dengan bijak.

“Anak muda harus cerdas secara budaya, mampu menyaring pengaruh luar tanpa kehilangan nilai-nilai luhur bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yuni mendorong anak muda untuk berperan aktif mengemas budaya lokal secara kreatif dan inovatif, baik melalui media digital, seni, film, musik, maupun kewirausahaan berbasis budaya. Langkah tersebut dinilai mampu membuat budaya tetap relevan sekaligus dikenal lebih luas.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya harus sejalan dengan nilai moral dan akhlak. Nilai sopan santun, gotong royong, kejujuran, dan tanggung jawab merupakan bagian dari budaya luhur yang selaras dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila.

“Menjadi modern bukan berarti meninggalkan adab. Justru kemajuan yang sejati adalah ketika teknologi, budaya, dan moral berjalan beriringan,” pungkasnya.

(Okt)

 

Loading

Related posts

Leave a Comment